<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> 
  <rss version="2.0"><channel> 
				<title>RSS Banyuwangi Update</title> 
				<description>Banyuwangi Update</description>
				<link>https://banyuwangiupdate.id/</link> 
				<language>id-id</language><item>
						                <title>Pulau Bedil Diserbu Ribuan Wisatawan Saat Lebaran 2026</title>
						                <link>https://banyuwangiupdate.id/berita/detail/pulau-bedil-diserbu-ribuan-wisatawan-saat-lebaran-2026</link>
						                <description>﻿﻿BANYUWANGI – Pesona Bahari Banyuwangi, Jawa Timur, cukup menyedot perhatian wisatawan pada masa libur Lebaran 2026. Salah satu destinasi yang menjadi primadona adalah Pulau Bedil, yang terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.Destinasi yang kerap dijuluki sebagai "Raja Ampatnya Banyuwangi" ini mencatatkan kunjungan ribuan pelancong, baik lokal maupun luar kota, yang ingin menikmati gugusan pulau estetik dan jernihnya air laut yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia.Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Hartono, S.Sos, M.Si, mengungkapkan bahwa berdasarkan data periode 18-24 Maret 2026, tercatat sebanyak 3.944 wisatawan telah berkunjung ke Pulau Bedil.“Hingga puncak libur lebaran pada 29 Maret 2026, jumlah kunjungan terus meningkat. Saat ini jumlah pastinya masih dalam proses pendataan,” ujar Hartono, Senin (30/3/2026).Pulau Bedil menawarkan pengalaman wisata yang lengkap. Mulai dari laguna alami dengan air tenang yang aman untuk snorkeling. Hingga fenomena unik Goa Bedil, sebuah lorong alami yang menembus pulau dan membentuk kolam dangkal yang jernih.Bagi pencinta fotografi, wisatawan dapat melakukan trekking singkat menuju Puncak Kemuning. Dari ketinggian ini, panorama lanskap gugusan pulau kecil terlihat sangat memukau, mirip dengan pemandangan ikonik di Papua Barat.Salah satu pengunjung, Anggara Cahya Kharisma, mengaku sengaja datang jauh-jauh dari Desa Padang, Kecamatan Singojuruh, untuk membuktikan keindahan tersebut bersama istrinya, Riyadus Sholihah.“Sangat puas. Selain pemandangan bawah laut dan sensasi naik perahunya, pintu masuknya di Pantai Mustika juga sangat istimewa, bersih, dan asri,” kata Anggara.Melejitnya popularitas Pulau Bedil tidak lepas dari sinergi antara pengelola, Pemkab Banyuwangi, masyarakat, serta sektor swasta. Salah satu dukungan signifikan datang dari pelaku investasi tambang emas di Gunung Tumpang Pitu, yakni PT Bumi Suksesindo (PT BSI).Melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau yang biasa disebut Corporate Social Responsibility (CSR), anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk ini telah menyalurkan bantuan sarana prasarana di Pantai Mustika, yang merupakan pintu masuk menuju Pulau Bedil. Seperti toilet, mushola, gazebo, hingga menara pantau.Tak hanya itu, kontribusi PT BSI dalam perbaikan infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Pesanggaran turut memperlancar aksesibilitas transportasi, sehingga wisatawan lebih nyaman menuju lokasi.Untuk menikmati surga tersembunyi ini, wisatawan cukup menyeberang menggunakan perahu dari Pantai Mustika dengan waktu tempuh sekitar 10-15 menit. Biaya penyeberangan pun tergolong ramah kantong, yakni berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp185 ribu per orang. Yuk berwisata ke Pulau Bedil, Raja Ampatnya Banyuwangi !. (*)</description>
					                </item><item>
						                <title>CSR PT BSI Wujudkan Infrastruktur, Silaturahmi Lebaran Jadi Nyaman</title>
						                <link>https://banyuwangiupdate.id/berita/detail/csr-pt-bsi-wujudkan-infrastruktur-silaturahmi-lebaran-jadi-nyaman</link>
						                <description>﻿﻿BANYUWANGI – Tradisi anjangsana atau silaturahmi rumah ke rumah pada Hari Raya Idul Fitri 2026 kali ini terasa berbeda bagi masyarakat di lingkar tambang PT Bumi Suksesindo (PT BSI). Khususnya bagi warga Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, kini mereka bisa tersenyum lebar menikmati perjalanan lebaran yang jauh lebih nyaman.Perubahan signifikan ini dirasakan langsung oleh warga berkat transformasi infrastruktur jalan yang semakin mumpuni. Kehadiran investasi tambang emas PT BSI di wilayah tersebut terbukti membawa dampak nyata bagi mobilitas masyarakat, terutama di momen sakral seperti Lebaran.Kepala Desa (Kades) Pesanggaran, Sukirno, SH, mengungkapkan rasa syukurnya atas kondisi jalan yang kini telah mulus. Dia menyebut akses transportasi yang baik menjadi kunci kelancaran silaturahmi antarwarga."Alhamdulillah, sekarang Jalan Lampon sudah bagus, halus, dan nyaman dilalui. Ini sangat terasa manfaatnya, apalagi saat anjangsana Lebaran. Masyarakat jadi lebih mudah untuk bersilaturahmi, baik yang datang maupun yang berkunjung ke sanak saudara," kata Sukirno, Jumat (27/3/2026).Sukirno mengenang kembali masa-masa sulit sebelum jalan tersebut diperbaiki. Dulu, kondisi infrastruktur yang rusak parah seringkali menjadi ganjalan psikologis bagi warga saat menyambut tamu dari luar daerah."Dulu itu jujur saja, masyarakat sering merasa malu kalau ada keluarga jauh datang. Jalannya rusak parah, berlubang, dan kalau dilewati itu rasanya membuat perut sakit. Baru saja makan-makan enak saat anjangsana, lalu lewat jalan rusak, kan tidak nyaman sama sekali," kenangnya.Namun, potret kusam itu kini tinggal cerita. Melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau yang biasa disebut Corporate Social Responsibility (CSR), PT BSI telah menyulap Jalan Lampon sepanjang 2,8 kilometer menjadi jalan aspal hotmix berkualitas tinggi. Dengan ketebalan mencapai 15 sentimeter, warga bahkan berkelakar menyebut kualitasnya setara jalan tol atau sirkuit balap.Tak hanya di jalur utama, sentuhan pembangunan anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk ini juga merambah hingga ke pelosok dusun. Di Petak 56, Dusun Ringinagung, PT BSI telah merampungkan pavingisasi jalan sepanjang 1,2 kilometer dengan lebar 4 meter yang dikerjakan dalam dua tahap pada tahun 2025. Padahal, wilayah ini sebelumnya nyaris tidak tersentuh pembangunan."Sekarang kondisinya sudah jauh berbeda, masyarakat jadi lebih percaya diri dan aktivitas juga lebih lancar. Terima kasih kepada PT BSI serta seluruh stakeholder yang sudah bekerja keras mewujudkan jalan yang lebih baik ini," tandas Sukirno.Kini, momen Lebaran di lingkar tambang PT BSI bukan lagi soal perjuangan melewati jalan berlubang, melainkan tentang indahnya silaturahmi di atas jalanan yang mulus.Perlu diketahui, wilayah Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, memang merupakan lokasi investasi PT BSI, selaku pemegang izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) Emas dan Mineral Pengikutnya, Nomor 188/547/KEP/429.011/2012.Wilayah Kecamatan Pesanggaran, meliputi Desa Kandangan, Sarongan, Sumberagung, Sumbermulyo dan Pesanggaran.Anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk tersebut telah dinyatakan sebagai Obyek Vital Nasional (Obvitnas) sesuai Kepmen ESDM Nomor 159.K/90/MEM/2020. Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri atau PMDN ini operasi produksi di Deşa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.Sebagai pelaku investasi, PT BSI terus meneguhkan komitmennya kepada masyarakat. Program PPM terus digelontorkan dengan 8 program utama. Program PT BSI itu meliputi program bidang pendidikan, kesehatan, tingkat pendapatan riil atau pekerjaan, kemandirian ekonomi, sosial budaya, lingkungan, pembentukan lembaga komunitas dan infrastruktur. (*)</description>
					                </item><item>
						                <title>Pesona Pantai Pesanggaran Jadi Primadona Libur Lebaran 2026</title>
						                <link>https://banyuwangiupdate.id/berita/detail/pesona-pantai-pesanggaran-jadi-primadona-libur-lebaran-2026</link>
						                <description>﻿﻿BANYUWANGI – Pesona destinasi wisata bahari di ujung selatan Banyuwangi, Jawa Timur, tepatnya di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, terbukti masih menjadi daya tarik utama bagi pelancong. Pada momen libur Lebaran 2026, deretan pantai eksotis di wilayah ini tetap menjadi primadona kunjungan wisatawan.Sejumlah destinasi populer seperti Pantai Pulau Merah (Red Island), Pantai Gumuk Kancil, Pantai Cemara Konservasi, hingga Pantai Mustika dan Pulau Bedil, terpantau ramai dipadati pengunjung yang ingin menikmati suasana libur hari raya.Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Hartono, S.Sos, M.Si, mengungkapkan bahwa grafik kunjungan mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data periode cuti Hari Raya Idul Fitri mulai 18 Maret hingga 24 Maret 2026, tercatat puluhan ribu wisatawan telah membanjiri kawasan tersebut."Rinciannya, Pantai Pulau Merah mencatatkan kunjungan tertinggi sebanyak 18.121 orang, disusul Pantai Mustika dan Pulau Bedil, sebanyak 3.944 orang, dan Pantai Cemara Konservasi sebanyak 1.177 orang. Sementara untuk Pantai Gumuk Kancil saat ini masih dalam proses pendataan," ujar Hartono, Kamis (26/03/2026).Menurutnya, wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari lokal Banyuwangi, namun juga banyak didominasi pelancong dari luar daerah. Mereka terpikat oleh pemandangan alam pantai Pesanggaran yang dikenal masih asri dan "perawan". Selain panorama, wisatawan juga dimanjakan dengan ragam kuliner tradisional khas Bumi Blambangan yang disajikan oleh pelaku UMKM setempat.Tingginya angka kunjungan ini, lanjut Hartono, merupakan buah dari sinergi antara Disbudpar Banyuwangi, pegiat wisata, serta dukungan sektor swasta dalam memperkuat promosi dan pelayanan.Salah satu peran vital datang dari PT Bumi Suksesindo (PT BSI), operator tambang emas Gunung Tumpang Pitu yang beroperasi di Desa Sumberagung. Anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk ini aktif bersinergi melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau yang biasa disebut Corporate Social Responsibility (CSR).Dukungan PT BSI diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur penunjang wisata, mulai dari pavingisasi jalan akses, pembangunan musala, toilet bersih, hingga fasilitas pendukung seperti gazebo dan menara pantau yang membuat wisatawan semakin nyaman dan betah berlama-lama."Kunjungan diprediksi masih akan terus membludak. Kami memperkirakan puncak arus wisata di pantai-pantai Pesanggaran ini akan terjadi pada tanggal 27 hingga 29 Maret 2026 mendatang," tandas Hartono. (*)</description>
					                </item><item>
						                <title>Lahan Kompensasi PT BSI Diserahkan ke KLHK Seluas 2.016 Hektare </title>
						                <link>https://banyuwangiupdate.id/berita/detail/lahan-kompensasi-pt-bsi-diserahkan-ke-klhk-seluas-2016-hektare-</link>
						                <description>﻿BANYUWANGI – Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan, operator tambang emas PT Bumi Suksesindo (PT BSI) terus merealisasikan penyerahan Lahan Kompensasi (Lakom) kepada pemerintah. Perusahaan yang beroperasi di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi ini tercatat menyerahkan Lakom terluas di Indonesia.Anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk tersebut menyiapkan total Lakom seluas 2.016,69 hektare untuk diserahkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Jumlah ini bahkan melampaui kewajiban regulasi, yakni 32 hektare lebih luas dari yang ditentukan.Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2010, PT BSI yang memegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) seluas 992 hektare di Banyuwangi, diwajibkan menyediakan Lakom minimal dua kali lipat atau 1.984 hektare. Hal ini dikarenakan kawasan hutan di Provinsi Jawa Timur masih kurang dari 30 persen dari luas daratan.Proses serah terima Lakom dalam kondisi Clear and Clean serta sudah direboisasi ini dilakukan secara bertahap. Tahap pertama dilakukan di Bondowoso, Jawa Timur seluas 100,32 hektare pada 21 September 2020.Disusul tahap kedua di Sukabumi, Jawa Barat seluas 857,26 hektare pada 9 September 2021, dan tahap ketiga kembali di Bondowoso seluas 215,66 hektare pada 12 Oktober 2021. Terbaru, tahap keempat seluas 430,4 hektare di Kabupaten Sukabumi resmi diserahkan kepada Dirjen PDASRH KLHK, Ir. Dyah Murtiningsih, M.Hum, pada 15 September 2022.PT BSI memastikan lahan yang diserahkan memiliki kualitas lingkungan yang baik. Di wilayah Bondowoso, perusahaan menanam komoditas jati, pinus, sengon, hingga berbagai tanaman buah. Hasil penilaian tim KLHK dan Perhutani pada September 2021 di enam kecamatan (Botolinggo, Cermee, Klabang, Prajekan, Taman Krocok, dan Tegal Ampel) menunjukkan keberhasilan luar biasa dengan tingkat pertumbuhan mencapai 100 persen.Kondisi serupa juga terlihat pada Lakom di Sukabumi, Jawa Barat. Sebelum serah terima, tim gabungan dari Dinas Kehutanan Jabar, BPDASHL, dan Perhutani melakukan penilaian lapangan terhadap tanaman jati, rimba campur, dan pinus. Hasilnya, lahan dinyatakan dalam kondisi sehat dan memenuhi standar keberhasilan reboisasi di atas batas minimal 75 persen.Langkah PT BSI ini menjadi bukti bahwa perusahaan tambang dapat berjalan beriringan dengan upaya pemulihan ekosistem dan perluasan kawasan hutan di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. (*)</description>
					                </item><item>
						                <title>PT BSI Gelar Sholawatan Ramadan, Ratusan Karyawan Antusias Hadir</title>
						                <link>https://banyuwangiupdate.id/berita/detail/pt-bsi-gelar-sholawatan-ramadan-ratusan-karyawan-antusias-hadir</link>
						                <description>﻿﻿BANYUWANGI – Pelaku investasi PT Bumi Suksesindo (PT BSI), mengajak seluruh karyawan dan masyarakat untuk memperbanyak membaca sholawat dibulan Ramadan.“Mari perbanyak sholawat. Bulan Ramadan yang mulia ini merupakan momen yang tepat untuk memuliakan Rasulullah Muhammad SAW dengan cara memperbanyak sholawat,” ucap General Manager of Operations (GMO) sekaligus Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Bumi Suksesindo (PT BSI), Roelly Fransza, Senin (9/3/2026).Dan sebagai bentuk memuliakan bulan Ramadan, operator tambang emas Gunung Tumpang Pitu, di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, tersebut menggelar acara sholawatan bertajuk Bumi Suksesindo Bersholawat, pada Sabtu, 7 Maret 2026 lalu.Kegiatan yang digeber di Tujuh Bukit Futsal Stadium di Pos 6 site PT BSI itu diikuti ratusan karyawan. Termasuk para pemuda dan pelajar lingkar tambang yang sedang mengikuti pesantren kilat.Roelly Fransza menyampaikan, bahwa pihaknya sangat menghargai praktik-praktik keagamaan, khususnya dikalangan para karyawan. Untuk itu, jangan heran, anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk memberi keleluasaan penuh setiap karyawan dapat menjalankan perintah agamanya dengan bebas dan bertanggung jawab.Selebihnya, Roelly Fransza berharap Bumi Suksesindo Bersholawat dapat menginspirasi para karyawan agar semakin cinta kepada nabinya. Semakin kuat iman dan takwanya, sehingga semakin peduli terhadap sesama. Di dunia kerja yang sarat risiko seperti pertambangan, nilai-nilai tersebut sangat penting.“Dengan begitu, kita akan lebih peduli terhadap keselamatan, saling mengingatkan dalam kebaikan, serta menjaga amanah pekerjaan yang kita emban,” katanya.Untuk diketahui, kegiatan Bumi Suksesindo Bersholawat, diawali dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim sekitar perusahaan. Pembacaan selawat dipandu oleh kelompok selawat setempat, Majelis Sholawat Roudhotul Huda Pesanggaran. Mereka adalah grup selawat yang digawangi oleh para remaja lokal.Tidak hanya sholawatan, panitia juga menghadirkan kiai muda Banyuwangi, KH. Sunandi Zubaidi, untuk mengisi sesi pengajian agama. Dalam ceramah, pengasuh Pondok Pesantren Kampung Kitab Kuning Al Kalam Blimbingsari, tersebut banyak mengulas tentang akhlak Nabi Muhammad. Kiai Sunandi mengisahkan bagaimana Nabi Muhammad begitu peka perasaannya dan peduli terhadap sesama. Para karyawan yang menjadi peserta tampak gembira mengikuti jalannya kegiatan. Mereka tetap bertahan sampai acara diakhiri dengan buka puasa dan sholat jamaah.“Semoga lantunan sholawat yang kita panjatkan, membawa keberkahan bagi kita semua, menenangkan hati, memperkuat iman, dan menumbuhkan kepedulian dalam kehidupan kita sehari-hari,” tandas Roelly Fransza. (*)</description>
					                </item><item>
						                <title>Ramadan Fair 2026 PT BSI Pesantren Kilat hingga Tur Tambang </title>
						                <link>https://banyuwangiupdate.id/berita/detail/ramadan-fair-2026-pt-bsi-pesantren-kilat-hingga-tur-tambang-</link>
						                <description>﻿﻿BANYUWANGI – Ramadan 2026, pelaku investasi PT Bumi Suksesindo (PT BSI) ajak pemuda serta pelajar lingkar tambang untuk mengikuti pesantren kilat dan edukasi pelajar. Kegiatan bertajuk Ramadan Fair 2026 ini diikuti 56 peserta dari tujuh sekolah SMA, SMK dan MA yang ada di wilayah Kecamatan Pesanggaran dan Siliragung, Banyuwangi.Kepesertaan dibagi menjadi tiga kelompok (Batch). Setiap batch mengikuti pemusatan selama tiga hari, minggu lalu. Mulai hari Jumat sore sampai Minggu selepas buka puasa. Selama mengikuti kegiatan, PT BSI menyediakan akomodasi penginapan dan konsumsi untuk anak-anak muda tersebut.General Manager of Operations (GM) sekaligus Kepala Teknik Tambang (KTT) PT BSI, Roelly Fransza menyebut kegiatan ini sebagai pesantren kilat dan edukasi pelajar. Orang nomor satu di site Tujuh Bukit itu menyambut para peserta di Masjid Nuruzdzahab site Tujuh Bukit untuk kemudian buka puasa bersama, tarawih, hingga tadarus.   “Saya merasa sangat bersyukur dan bangga melihat generasi muda lingkar tambang yang tidak hanya ingin memperdalam ilmu agama, tetapi juga terbuka untuk memahami dunia industri pertambangan secara lebih utuh,” tutur Roelly Fransza saat menyambut para peserta Ramadan Fair di Masjid Nuruzdzahab site Tujuh Bukit, Jumat (6/3/2026).Selama mengikuti pesantren kilat, anak-anak muda tersebut juga berkesempatan memperoleh edukasi seputar wawasan umum. Penyampaian materi ini berlangsung di Rumah Pintar, sebuah fasilitas pembelajaran luar sekolah gratis untuk masyarakat yang dikelola oleh PT BSI.Disitu, Pemateri dari Kantor Urusan Agama (KUA) Pesanggaran memberikan wawasan seputar bahaya pernikahan dini. Pemateri lainnya dari Kepolisian Sektor (Polsek) Pesanggaran, menyampaikan tentang bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) untuk generasi muda.“Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran tentang tanggung jawab, disiplin, keselamatan, dan integritas, nilai-nilai yang juga menjadi fondasi utama dalam dunia kerja, khususnya operasi pertambangan,” ujar Roelly Fransza.Bukan hanya wawasan umum, para peserta juga belajar membuat konten di media sosial. Mulai dari pengambilan video sampai editing. Materi ini disampaikan oleh pengonten profesional. Untuk mempraktikkan materi ini, PT BSI mengajak peserta tur tambang (mine tour) sekaligus mengumpulkan materi konten."Semoga pengenalan terhadap pentingnya keselamatan, serta ilmu-ilmu lain yang kalian dapatkan pada pesantren kilat ini dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, di sekolah, maupun di mana pun kalian berada," cetus Roelly Fransza.Sementara itu, para pelajar tampak antusias mengikuti setiap sesi kegiatan. Raya, salah satu peserta Ramadan Fair 2026, mengaku senang mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Menurutnya, selama menjadi peserta, dia mendapat banyak wawasan yang tidak didapat di bangku sekolah."Saya bisa melihat dunia tambang melalui kegiatan mine tour, yang biasanya hanya bisa melihat dari luar. Sekarang saya bisa melihat langsung aktivitas di dalamnya," ujar siswa SMK PGRI Pesanggaran tersebut.Sebagai informasi, Ramadan Fair 2026 di site Tujuh Bukit Operations bukan hanya diisi pesantren kilat dan edukasi pelajar saja. Perusahaan juga menyediakan kegiatan-kegiatan lain yang bisa diikuti oleh para karyawan, antara lain ibadah dan kebersamaan (setiap hari di Masjid Nuruzdzahab), Women, Safety & Creativity di auditorium, dan Sholawat Akbar di Masjid Nuruzdzahab. (*)</description>
					                </item><item>
						                <title>Investasi Tambang PT BSI Hadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat Banyuwangi</title>
						                <link>https://banyuwangiupdate.id/berita/detail/investasi-tambang-pt-bsi-hadirkan-manfaat-nyata-bagi-masyarakat-banyuwangi</link>
						                <description>﻿BANYUWANGI - ﻿Senyum sumringah terpancar dari wajah warga Petak 56, Dusun Ringinagung, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur. Hari Raya Idul Fitri tahun ini terasa lebih istimewa bagi mereka. Pasalnya, rutinitas anjangsana atau silaturahmi lebaran kini bisa dilakukan dengan nyaman berkat akses jalan yang telah mulus.Kondisi ini merupakan buah manis dari program pavingisasi yang digelontorkan oleh pelaku investasi, PT Bumi Suksesindo (PT BSI). Anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk tersebut membangun jalan sepanjang 1,2 kilometer dengan lebar 4 meter dalam dua tahap, ditahun 2025.Kepala Dusun (Kadus) Ringinagung, Agus Romadhon, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas kepedulian perusahaan tambang emas tersebut melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau yang biasa disebut Corporate Social Responsibility (CSR)."Kami sangat bersyukur dengan adanya pavingisasi ini. Jalan jadi lebih mudah dilalui dan tidak lagi bergelombang seperti dulu. Sekarang warga, terutama saat momen lebaran, bisa anjangsana dengan tenang tanpa terkendala jalan rusak," ucap Agus Romadhon, Jumat (27/2/2026).Mantan Kasatkorcab Banser Banyuwangi ini juga menyampaikan, Jalan Petak 56 bukan sekadar akses pemukiman, melainkan urat nadi kehidupan bagi warga sekitar. Jalur ini menjadi rute utama bagi anak-anak menuju sekolah, sekaligus jalur vital distribusi barang dan denyut perekonomian masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai petani."Ini adalah jalur utama menuju wilayah pertanian. Dengan jalan yang layak, mobilitas warga untuk mengangkut hasil panen jauh lebih efisien. Sinergi seperti inilah yang sangat diharapkan masyarakat," tandasnya.Hadirnya jalan paving yang kokoh ini memberikan harapan baru bagi mobilitas warga hingga ke pelosok desa. Masyarakat pun menyambut positif inisiatif PT BSI dan berharap keberadaan investasi di wilayah mereka terus memberikan manfaat nyata yang berkelanjutan.Kabar baiknya, perbaikan infrastruktur ini tidak akan berhenti sampai di sini. Agus Romadhon menyebutkan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan lanjutan untuk pavingisasi jalan sepanjang 1 kilometer lagi di area Petak 56."Jika usulan tahap lanjutan ini terealisasi, maka dipastikan seluruh jalur Petak 56 akan mulus total hingga ke wilayah pinggiran hutan. Kami berharap kerja sama yang baik ini terus berlanjut demi kesejahteraan warga," ujarnya.Implementasi program PPM PT BSI ini menjadi bukti nyata bahwa keberadaan industri pertambangan mampu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas infrastruktur desa. Sekaligus memperkuat kearifan lokal seperti tradisi silaturahmi di hari kemenangan.Penting diketahui, PT BSI adalah operator tambang emas di Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Wilayah Kecamatan Pesanggaran, merupakan lokasi investasi PT BSI, selaku pemegang izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) Emas dan Mineral Pengikutnya, Nomor 188/547/KEP/429.011/2012.Wilayah Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, meliputi Desa Kandangan, Sarongan, Sumberagung, Sumbermulyo dan Pesanggaran.Anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk tersebut telah dinyatakan sebagai Obyek Vital Nasional (Obvitnas) sesuai Kepmen ESDM Nomor 159.K/90/MEM/2020. Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri atau PMDN ini operasi produksi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan pesanggaran, Banyuwangi.Sebagai pelaku investasi, PT BSI terus menancapkan komitmennya kepada masyarakat. Program PPM atau CSR terus digelontorkan dengan 8 program utama. Meliputi program bidang pendidikan, kesehatan, tingkat pendapatan riil atau pekerjaan, kemandirian ekonomi, sosial budaya, lingkungan, pembentukan lembaga komunitas dan infrastruktur. (*)</description>
					                </item><item>
						                <title>Akses Kawasan Strategis Kini Lancar, Warga Rasakan Dampak Nyata PT BSI</title>
						                <link>https://banyuwangiupdate.id/berita/detail/akses-kawasan-strategis-kini-lancar-warga-rasakan-dampak-nyata-pt-bsi</link>
						                <description>﻿﻿BANYUWANGI – Pembangunan jalan Lampon, di Dusun Ringinagung, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, sepanjang 2,8 kilometer yang dimulai sejak awal Februari 2026 lalu kini telah tuntas. Dampaknya sangat luar biasa, tidak hanya mempercantik wajah desa, namun juga menghidupkan kembali semangat ekonomi, pendidikan, hingga akses kesehatan warga.Jalan Lampon sendiri merupakan jalur vital. Selain menjadi urat nadi utama masyarakat, jalan ini merupakan akses satu-satunya menuju markas Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir (Puslatpurmar) 7 Lampon TNI Angkatan Laut.Agus Maryono, Ketua RW 10 Dusun Ringinagung, Desa Pesanggaran, tak kuasa menahan rasa syukur. Pria yang juga menjabat anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) ini menceritakan "curhatan" pilu masa lalu sebelum PT BSI turun tangan."Dulu kondisinya rusak parah, lubang menganga di mana-mana. Kalau sedang hujan, itu sangat berbahaya. Lubangnya tertutup air, jadi tidak kelihatan bagi pengguna jalan," kenang Agus, Rabu (25/2/2026).Saking parahnya kerusakan di masa lalu, Agus mengisahkan sebuah kejadian memprihatinkan. Dimana seorang pengendara motor mengalami patah garpu shockbreaker roda depan akibat menghantam lubang yang dalam.Kini, cerita duka itu telah berganti optimisme. Dengan ketebalan aspal mencapai 15 sentimeter dan proses pengerjaan yang diawali dengan perataan permukaan jalan yang matang, kualitas jalan ini dipuji warga setara dengan jalan tol."Luar biasa bedanya. Saya sendiri kalau ke Balai Desa dulu itu butuh waktu 30 menitan, sekarang cukup 10 menit saja. Waktu tempuh jadi tiga kali lebih cepat," tutur Agus dengan nada penuh semangat.Agus sedikit menoleh ke belakang, di mana pada tahun 2014 warga sempat patungan swadaya hingga terkumpul Rp260 juta dibantu aspal drum dari Pemkab Banyuwangi untuk perbaikan. Namun karena menggunakan metode aspal lapen, jalan kembali hancur pada 2017.Kini, dengan kehadiran aspal hotmix dari PT BSI, kualitasnya dirasakan sangat kontras. Kebahagiaan warga kian lengkap dengan adanya pengaspalan lanjutan dari Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman (PU CKPP) Banyuwangi, sejauh 400 meter. Meskipun kualitas jalan dinilai tidak sebaik aspal yang dikerjakan PT BSI."Kalau saya bandingkan kualitasnya, ya kurang lebih 90 berbanding 60 lah. Punya PT BSI jauh lebih unggul karena jalannya diratakan dulu sebelum diaspal, benar-benar kuat dan tebal," ungkapnya.Operator tambang emas Gunung Tumpang Pitu ini tampaknya benar-benar memperhatikan kualitas aspal jalan Lampon, demi ketahanan jangka panjang. Bagi warga setempat, aspal mulus ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol hadirnya kesejahteraan."Harapannya jalan yang sudah bagus ini bisa mempercepat perjalanan, mengurangi risiko kecelakaan, dan tentu membawa kesejahteraan bagi warga sekitar. Semoga jalan yang mulus ini menjadi awal pemerataan pembangunan di titik lainnya," tandas Agus.Sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Pesanggaran, Sukirno, SH, menyampaikan terima kasih atas kepedulian PT BSI terhadap kondisi jalan Lampon. Melihat kualitas pengerjaan, dia mengaku senang.“Masyarakat Pesanggaran puas melihat pekerjaan PT BSI. Masyarakat sangat senang,” katanya.Menurut Sukirno, jalan Lampon sendiri merupakan urat nadi vital bagi mobilitas warga. Selain menjadi akses utama bagi pelajar tingkat SMP dan SMA, jalur ini merupakan jantung perekonomian, termasuk para pekerja perkebunan (babatan).Kini, warga Dusun Ringinagung, bisa menatap masa depan dengan lebih optimis. Jalan mulus, ekonomi lancar, dan senyum masyarakat adalah potret nyata keberhasilan sinergi antara perusahaan, warga dan pemerintah dalam membangun daerah. Penting diketahui, wilayah Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, merupakan lokasi investasi PT BSI, selaku pemegang izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) Emas dan Mineral Pengikutnya, Nomor 188/547/KEP/429.011/2012.Wilayah Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, meliputi Desa Kandangan, Sarongan, Sumberagung, Sumbermulyo dan Pesanggaran.Anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk tersebut telah dinyatakan sebagai Obyek Vital Nasional (Obvitnas) sesuai Kepmen ESDM Nomor 159.K/90/MEM/2020. Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri atau PMDN ini operasi produksi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan pesanggaran, Banyuwangi.Sebagai pelaku investasi, PT BSI terus menancapkan komitmennya kepada masyarakat. Program PPM atau CSR terus digelontorkan dengan 8 program utama. Meliputi program bidang pendidikan, kesehatan, tingkat pendapatan riil atau pekerjaan, kemandirian ekonomi, sosial budaya, lingkungan, pembentukan lembaga komunitas dan infrastruktur. (*)</description>
					                </item><item>
						                <title>Ngabuburit Eksotis di Pantai Sumberagung, Sunset Jadi Primadona Ramadan </title>
						                <link>https://banyuwangiupdate.id/berita/detail/ngabuburit-eksotis-di-pantai-sumberagung-sunset-jadi-primadona-ramadan-</link>
						                <description>﻿﻿BANYUWANGI – Bulan Ramadan selalu menghadirkan tradisi unik bagi masyarakat Indonesia, salah satunya adalah ngabuburit. Di ujung timur Pulau Jawa, tepatnya di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, terdapat deretan destinasi wisata pantai yang menjadi jujukan favorit untuk menunggu waktu berbuka puasa.Desa Sumberagung memang dianugerahi garis pantai yang memukau. Mulai dari Pantai Pulau Merah (Red Island), Pantai Gumuk Kancil, Pantai Cemara Pancer, hingga Pantai Mustika. Keempatnya menawarkan sensasi ngabuburit yang berbeda dengan latar belakang sunset yang eksotis.Pantai Pulau Merah tetap menjadi primadona. Sebagaimana sering diulas, pantai ini tersohor dengan gundukan bukit di tengah laut yang berwarna kemerahan saat sunset. Saat matahari mulai terbenam, rona jingga menyentuh pasir putih yang halus, menciptakan pemandangan dramatis yang menenangkan hati bagi siapa saja yang menanti azan Magrib.Tak kalah menawan, Pantai Gumuk Kancil, Pantai Cemara Pancer, dan Pantai Mustika kini tampil semakin cantik dan tertata. Transformasi wajah ketiga pantai ini tak lepas dari peran aktif pelaku investasi PT Bumi Suksesindo (PT BSI).Anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk, yang merupakan operator tambang emas Gunung Tumpang Pitu tersebut, telah mengucurkan bantuan melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau yang biasa disebut Corporate Social Responsibility (CSR).Dukungan tersebut meliputi pembangunan infrastruktur jalan, deretan gazebo yang nyaman untuk bersantai, menara pantau, hingga fasilitas toilet yang bersih dan memadai.Rendi Saputra, salah satu pengunjung asal Jajag, mengaku sengaja datang bersama rekan-rekannya ke Pantai Mustika karena suasana yang sejuk dan fasilitas yang lengkap."Ngabuburit di sini sangat asyik. Tempatnya bersih, gazebo untuk bersantainya juga banyak. Jadi nyaman duduk-duduk sambil nunggu buka. Pemandangannya benar-benar memanjakan mata," katanya, Selasa (24/3/2026).Selain keindahan alam dan fasilitas yang mumpuni, pengunjung juga dimanjakan dengan ragam kuliner tradisional yang dijajakan oleh pelaku UMKM setempat. Mulai dari takjil segar hingga menu masakan hasil laut (seafood) yang bisa dipesan untuk santap buka puasa bersama keluarga.Aroma ikan bakar yang khas berpadu dengan semilir angin pantai menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan. Hal ini sekaligus menjadi penggerak roda ekonomi bagi warga di Desa Sumberagung.Bagi Anda yang masih bingung mencari tempat ngabuburit, deretan pantai di Desa Sumberagung, Pesanggaran ini bisa menjadi pilihan tepat. Menikmati keagungan Tuhan melalui alam, sembari mendukung kemajuan wisata lokal di Bumi Blambangan. (*)</description>
					                </item><item>
						                <title>Jalan Lampon Kini Mulus Bak Tol Berkat CSR PT BSI</title>
						                <link>https://banyuwangiupdate.id/berita/detail/jalan-lampon-kini-mulus-bak-tol-berkat-csr-pt-bsi</link>
						                <description>﻿﻿BANYUWANGI – Wajah ceria terpancar dari warga Dusun Ringinsari, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur. Akses utama mereka, Jalan Lampon, kini telah berubah drastis menjadi mulus setelah tuntas dibangun melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bumi Suksesindo (PT BSI).Anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk tersebut melakukan pengaspalan dengan metode hotmix berkualitas tinggi. Tak tanggung-tanggung, ketebalannya mencapai 15 sentimeter, yang membuat warga setempat menyamakannya dengan kualitas jalan tol hingga sirkuit balap.Kepala Desa (Kades) Pesanggaran, Sukirno, SH, menyatakan rasa bangganya atas realisasi pembangunan ini. Menurutnya, perbaikan jalan ini merupakan buah perjuangan panjang yang telah diupayakan sejak masa kepemimpinan Danpuslatpurmar 7 Lampon, Letkol Mar Zainal Arifin Tanjung."Kami menghadap langsung pimpinan PT BSI dan Alhamdulillah tahun ini sudah terealisasi. Sekarang sudah dikerjakan, jadi kami selaku pemerintah desa tentunya berterima kasih kepada perusahaan," ujar Sukirno kepada TIMES Indonesia, Sabtu (14/2/2026).Sukirno mengenang, sebelum tersentuh aspal hotmix dari bantuan operator tambang emas Gunung Tumpang Pitu, Jalan Lampon merupakan jalur dengan kerusakan paling parah di Kecamatan Pesanggaran selama hampir 10 tahun."Lubangnya itu minta ampun. Sekarang Alhamdulillah sudah diaspal hotmix mulai dari markas marinir. Sudah dikerjakan kurang lebih 1,5 kilometer dari total rencana 2,8 kilometer," jelasnya.Kualitas pengerjaan yang luar biasa membuat masyarakat merasa sangat puas. Bahkan, di media sosial, warga ramai-ramai memuji kondisi jalan yang kini mulus seperti sirkuit Mandalika."Masyarakat sangat senang, kini jadi kayak jalan tol," imbuh Sukirno dengan nada bangga.Untuk diketahui, Jalan Lampon merupakan urat nadi vital bagi mobilitas warga. Selain akses utama pendidikan bagi pelajar SMP dan SMA, jalur ini adalah jantung ekonomi bagi pekerja perkebunan.Sektor kesehatan pun terdampak positif. Akses menuju Puskesmas di Dusun Krajan kini jauh lebih lancar. Memberikan kenyamanan ekstra bagi ibu hamil maupun pasien darurat yang membutuhkan penanganan medis cepat.Sebagai wujud syukur, warga bahkan membentangkan spanduk bertuliskan “Terima Kasih PT BSI” di pinggir jalan Lampon. Kehadiran PT BSI sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas) diharapkan terus konsisten memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat di lingkar tambang melalui program yang tepat sasaran.Penting diketahui, wilayah Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, merupakan lokasi investasi PT BSI, selaku pemegang izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) Emas dan Mineral Pengikutnya, Nomor 188/547/KEP/429.011/2012.Wilayah Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, meliputi Desa Kandangan, Sarongan, Sumberagung, Sumbermulyo dan Pesanggaran.Anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk tersebut telah dinyatakan sebagai Obyek Vital Nasional (Obvitnas) sesuai Kepmen ESDM Nomor 159.K/90/MEM/2020. Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri atau PMDN ini operasi produksi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan pesanggaran, Banyuwangi.Sebagai pelaku investasi, PT BSI terus menancapkan komitmennya kepada masyarakat. Program PPM atau CSR terus digelontorkan dengan 8 program utama. Meliputi program bidang pendidikan, kesehatan, tingkat pendapatan riil atau pekerjaan, kemandirian ekonomi, sosial budaya, lingkungan, pembentukan lembaga komunitas dan infrastruktur. (*)</description>
					                </item></channel>
  	</rss>